Kamis, 13 Agustus 2015

Balitbangprov Jateng Perkuat Agrowisata Serang Lewat SIDa, Pj Bupati dititipi Pengembangan Bandara Wirasaba



PURBALINGGA – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jateng memperkuat kelembagaan agrowisata di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, melalui kegiatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa). Desa Serang merupakan salah satu dari 58 desa inovasi di Jateng yang mendapat pendampingan lewat kegiatan ini.

“Di Jateng, kegiatan SIDa dengan sasaran desa inovasi kami tempatkan di 29 kabupaten, dan setiap kabupaten terdiri dua desa. Dari 58 desa se-Jateng yang mendapat program penguatan ini, lima diantaranya bergerak dalam kegiatan pariwisata. Dan Desa Serang ini merupakan satu-satunya desa di Jateng yang mengembangankan stroberi sebagai ikon wisata,” kata Kepala Bidang Prasarana Wilayah Balitbangprov Jateng, Siti Sulami.

Siti Sulami mengungkapkan hal tersebut pada kegiatan pelatihan penguatan kelembagaan inovasi di balai Desa Serang, Karangreja, Selasa (11/8). Pelatihan yang diikuti para pelaku wisata di desa setempat, juga menghadirkan nara sumber Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Purbalingga Drs Subeno, SE, M.Si, dan staf pengajar ilmu komunikasi Unsoed, Drs Bambang Widodo.

Diungkapkan Siti Sulami, SIDa merupakan suatu proses untuk menumbuhkembangkan inovasi yang dilakukan antar institusi pemerintah, pemerintahan daerah, lembaga kelitbangan, lembaga pendidikan, lembaga penunjang dan novasi, dunia usaha, dan masyarakat di daerah. Tiga pilar SIDa yang diterapkan masing-masing untuk desa inovasi, kluster dan kabupaten/kota inovasi. “Melalui kegiatan penerapan SIDa di Desa Wisata Serang, diharapkan ada inovasi-inovasi yang bisa diterapkan untuk pengembangan agrowisata sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Siti Sulami.

Siti menambahkan, selain penguatan kelembagaan, melalui kegiatan SIDa, Desa Serang akan dibantu peralatan khusus untuk mendukung kegiatan outbond dan peralatan pengolahan makanan berbahan baku dari stroberi.

Kepala Desa Serang, Sugito mengungkapkan, keberadaan kebun stroberi dan rest area Serang memberikan dampak ekonomi kepada warga masyarakat. Untuk satu hektar kebun stroberi, bila dikunjungi 2.000 orang bisa menghasilkan pendapatan Rp 30 juta. Di Desa Serang saat ini tercatat seluas 45,525 ha, dengan Jumlah Petani : 454 orang. Sementara produksi stroberi mencapai 1,5 sampai 2 ton sehari. “Pengembangan agrowisata khususnya stroberi jelas sangat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa kami,” kata Sugito.

Kepala Dinbudparpora Purbalingga Subeno mengungkapkan, potensi Desa Wisata Serang sangat bagus sebagai salah satu destinasi wisata di Purbalingga. Selain potensi stroberi, juga ada potensi sayur mayor. Luasan lahan sayuran mencapai 556,2 hektar yang digarap oleh 1.253 petani. Potensi lain yang mendukung untuk wisata yakni udara sejuk karena lokasi desa berada di kaki Gunung Slamet. Dari sisi aksesabilitas, Desa Serang menjadi jalur penghubung antara wilayah Tegal, Pemalang, Purbalingga dan Banyumas. “Animo wisatawan yang dating juga sangat banyak, jumlah pengunjung pada libur lebaran lalu tercatat hingga 37 ribu wisatawan. Ini sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata agro yang berkelanjutan,” katanya jasa promosi online

Subeno menyarankan, selain menggencarkan promosi melalui berbagai media, pelayanan yang prima dan penuh keramahtamahan akan sangat menentukan tingkat kunjungan wisatawan di masa mendatang. “Para pelaku wisata harus menerapkan Sapta Pesona Wisata, tidak saling menjegal antar sesama petani stroberi, dan kompak dalam satu kelembagaan kelompok sadar wisata,” ujar Subeno.

Subeno menambahkan, untuk mengurangi gejolak antara petani stroberi agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat dalam hal harga, pihak pengelola desa wisata, harus membuat tata aturan yang jelas. Pemilik kebun stroberi yang berada di tepi jalan juga harus diberikan porsi sama dengan pemilik kebun yang lokasinya tidak di tepi jalan. Kecenderungan wisatawan, mereka lebih akan datang ke kebun yang berada di tepi jalan atau aksesnya mudah dijangkau kendaraan. “Aturan semacam pembagian kunjungan wisatawan ke kebun stroberi juga perlu dilakukan secara cermat dan merata,” tambahnya jasa promosi online like emotikon

--

Pj Bupati dititipi Pengembangan Bandara Wirasaba

PURBALINGGA , Setelah dilantik menjadi Penjabat (Pj) Bupati Purbalingga pada Rabu (5/8), Budi Wibowo dititipi oleh Gubernur Jawa Tengah melalui wakilnya untuk meneruskan pengembangan Bandara Wirasaba. Pesan Gubernur ini disampaikan pada saat penyerahan buku memory jabatan bupati dari pejabat lama, Sukento Rido Marhaendrianto kepada pejabat baru, Budi Wibowo, Selasa ( 11/8)

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko mengatakan dengan diteruskannya pembangunan bandara tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemda Purbalingga jangan terlalu terburu-buru menanyakan seberapa besar pendapatan (PAD) yang bisa diterimanya jasa promosi online

“Pemda jangan menanyakan income, tapi benefit bagi masyarakat,” ujar Heru

Heru menambahkan benefit bagi masyarakat bisa berbentuk pada peningkatan kunjungan pariwisata, peningkatan sosial budaya dan segi kemanfaatan lainnya jasa promosi online Selain itu juga bisa menjadi stimulus bagi roda perekonomian masyarakat.

Selain pengembangan Bandara Wirasaba, Heru juga berpesan untuk seletah diresmikannya Jembata Linggamas, Pemda Purbalingga juga diharapkan dapat segera melakukan peningkatan jalan dari Desa Penican – Desa Ngebrak. Pembangunan saluran irigasi Bendung Slinga dan pemantauan proyek-proyek yang didanai dari APBD Provinsi seperti Jembatan di Dusun Karangbawan, Jembatan Bantarbarang, Jembatan CSR Limbasari.

“Purbalingga juga akan mendapatkan dana CSR dari Bank Jateng yang nantinya untuk SMK Negeri 3 Purbalingga, pembangunan, jembatan di Desa Candinata dan bantuan Pondok Pesantren,” ujarnya jasa promosi online

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada serentak yang akan digelar pada 9 Desember 2015, Heru menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh ikut dalam politik praktis dan ASN harus netral.

“Karena pada dasarnya Bupati Purbalinga sudah ada, cuma kita belum tahu. Siapa yang terpilih sudah jelas bagi Allah SWT,” ujarnya

Budi Wibowo mengatakan tugasnya menjadi Pj Bupati ada tiga, pertama pelaksanaan pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan. Kedua melaksanakan pesta demokrasi agar berjalan lancar dan berkualitas dan ketiga menjaga netralitas ASN

“ Komitmen bagi saya untuk melanjutkan program pembangunan yang telah sudah ditetapkan bisa berjalan dengan baik,” ujar Budi

Budi juga berkomitmen untuk dapat secepatnya dapat menyelesaiakn pembahasan perubahan anggaran tahun 2015. Tergetnya peruahan anggaran bisa ditetapkan pada Agustus ini. Budi juga berharap kepada semua kepala SKPD untuk dapat membantu pelaksanaan pembangunan di Purbalingga

“ Semoga saya bisa menjalankan tugas ini dengan baik, dimana indikator pelaksanaan pemerintahan yang baik adalah medapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” tambah Budi

Sedangkan pejabat lama, Sukento Rido Marhaendrianto berharap kepada pejabat baru untuk bisa meneruskan program yang terselesaikan pada masa kepemimpinannya jasa promosi online Dengan telah lamanya pengalaman di pemerintahan, Pj Bupati bisa langsung bisa menyesuikan diri. Diakhir sambutannya Sukento akan melanjutkan karirnya menjadi MC yakni momong cucu.

Selain serah terima buku memory jabatan bupati, juga dilakukan serah-terima buku memory jabatan Ketua PKK lama Ny. Erna Sukento kepada Ketua TP PKK baru Ny. Noordiana Budi Wibowo.

Pada kesempatan juga diserahkan penghargaan gubernur kepada pejabat lama. Penghargaan ini sebagai wujud tanda terimakasih atas prestasi dan pengabdiannya membangun Purbalingga sebagai salah satu wilayah di Jawa Tengah.

Penghargaan tersebut berupa lencana lambang Jawa Tengah dan Wayang Kresna. Lambang Jawa tengah sebagai perwujudan telah menjadi Bupati di wilayah Jawa tengah, sedangkan Wayang Kresna sebagai perwujudan pemimpin yang adil. (Sapto Suhardiyo)

--

PERTUMBUHAN KB PRIA MASIH LAMBAT

Pertumbuhan peserta KB Pria atau MOP di kabupaten Purbalingga masih lambat. Dari data di kantor Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) jumlah akseptor KB Pria MOP baru, sampai akhir tahun 2014 hanya sebanyak 68 orang. Sementara untuk MOW pada akhir 2014 sudah memperoleh 178 peserta MOW.
Kasubdi Pembinaan KB pada BKBPP Purbalingga Mukhsinun mengatakan, untuk pelayanan KB Pria saat ini sudah dapat dilayani di RSU Guteng dan Purkesmas Bobotsari. Untuk pelayanan di RSU Gutheng tiap bulan mampu melayani sampai 40 akseptor KB Pria, atau sekitar 400 orang dalam satu tahun.
Menyinggung lambatnya pertumbuhan KB Pria, Mukhsinun mengungkapkan, ada alasan psikis yang menyebabkan kaum Pria sulit untuk diajak berKB. Bahkan ada sebagian yang menganggap, masalah KB merupakan urusannya wanita.
Dari data di BKBPP jumlah peserta KB Baru sampai dengan bulan Juni 2015 sebanyak 11.462 akseptor. Jumlah peserta KB Pria MOP hanya 14 orang, sedangkan MOW sudah mencapai 412. Sehingga untuk penggunaan alat kontrasepsi mantap (kontap), prosentase pria masih sangat sedikit atau setara 0.12% sementara kontap wanita 3,59%.
Peserta KB Baru, tertinggi merupakan pengguna alat kontrasepsi suntikan, sebanyak 5.712, disusul implant 2.348, IUD 1.540, Pill 1.025 dan kondom 411 orang. (umang-kominfo)
--

Daya Dukung BUMD Harus Tinggi

PURBALINGGA – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) merupakan andalan suatu daerah dalam kegiatan untuk pendapatan daerah. Karena menjadi primadona, daya dukung BUMD harus tinggi, sehingga pengelolaannya dibutuhkan kemampuan manajerial yang memadai.

“Jadi setiap kegiatan harus diawali dengan perencanaan yang memadai, pembagian tugas yang komprehensif, lengkap penuh dan habis. Kemudian pelaksanan kegiatan sesuai dengan perencanaan dan melakukan monev (monitoring dan evaluasi) jangan sampai ada error,”pinta Pejabat Bupati Purbalingga Budi Wibowo saat memimpin Rapat Koordinasi BUMD di Ruang Rapat bupati Komplek Setda Purbalingga yang diikuti Asisten Perekonomian Pembangunan Dan Kesejahteraan Sekda Purbalingga Susilo Utomo beserta jajaran bidang ekonomi setda dan para pimpinan BUMD milik Pemkab Purbalingga, Senin (10/8).

Menurutnya, pengelolaan BUMD yang dibutuhkan adalah manajerial yang memadai dari seorang pimpinan. Karena seorang pimpinan BUMD merupakan orang-orang terpilih yang diberian kepercayaan oleh masyarakat atau pemkab untuk mengelolanya jasa promosi online

“Jadi saya mengajak agar pimpinan BUMD menunjukkan kemampuan menjadi leader dengan teori yang paling mudah yaitu POAC(Planning, Organizing, Actuating, Controlling) ,”pintanya jasa promosi online

Selain BUMD kata bupati, adanya investor baik asing maupu dalam negeri atau PMA di Purbalingga semestinya dapat memberikan daya dukung terhadap pembangunan Purbalingga,

“Bukan hanya melalui CSR-nya saja namun dengan berbagai aturan yang dipakai kedepan diharapkan PMA dapat terlibat dalam pembangunan di Purbalingga.Saya membayangkan kalau di Purbalingga ada 18 PMA mestinya pembangunan majunya luar biasa dari daerah sekitar yang jumlah PMA-nya sedikit,”ujarnya jasa promosi online

Kepala Bagian Perekonomian Setda Purbalingga Budi Susetyo mengatakan, pemerintah kabupaten (Pemkab) Purbalingga dan DPRD berencana mengusulkan perubahan perda penyertaan modal untuk periode 2014-2019 bagi tujuh BUMD. Ketujuh BUMD tersebut adalah PD BPR BKK, PT Bank Jateng, PD BPR Artha Perwira, PD BPR Syariah Buana Mitra Perwira serta PD BKK Karangmoncol . Selain itu juga PDAM dan Owabong .

‘Dalam usulan perubahan APBD Tahun 2015, PDAM mendapatkan suntikan penyertaan modal terbesar sebesar Rp5.126.500.000, selanjutnya PT Bank Jateng Rp4.690.000.000, PD BPR BKK Purbalingga Rp1.242.000.000. Disusul PD Owabong Rp1.000.000.000, PD BPR Artha Perwira Rp550.000.000 dan PT BPR Syariah Buana Mitra Perwira RP550.000.000 serta PD BKK Karangmoncol Rp50.000.000,”terangnya jasa promosi online

Budi Susetyo menambahkan, berdasarkan komposisi modal delapan BUMD terdiri dari Rp83.892.971.000 berasal dari Pemkab dan Rp13.893.000.000 berasal dari pemegang saham pemerintah provinsi (pemprov)Jawa Tengah.

“Sampai dengan bulan pertengahan 2015 ke delapan BUMD sudah menyetorkan deviden ke Pemkab Purbalingga Rp12.194.546.072,”jelasnya jasa promosi online

Budi Susetyo menandaskan, saat ini semua BUMD membutuhkan tambahan modal untuk peningkatan usaha. Sedangkan peraturab daerah (perda) yang ada sudah tidak mampu mengakomodir kebutuhan BUMD.

“Oleh karena itu, saat ini sedang disusun perubahan perda penyertaan modal BUMD untuk mengakomodir kebutuhan tersebut. Dan untuk kinerja BUMD pada semester pertama tahun 2015 sesuai dengan target yang dilihat dari capaian pendapatan, biaya dan laba sebelum pajak, rata-rata masih dibawah 50 persen,”tandasnya jasa promosi online (Sukiman)a

Tidak ada komentar:

Posting Komentar