Harga Tinggi, Jagal Pilih Sapi Impor
Cilacap (KRjogja. com) - Pemilik usaha pemotongan sapi/jagal di Cilacap terkena imbas akibat melambungnya harga daging dan kelangkaan mendapatkan sapi sehingga memilih sapi impor.
"Di tengah krisis daging sapi di Jakarta, kami kini terkena dampak sang pemilik jasa SEO Banyumas Banjarnegara Purbalingga Cilacap Purwokerto Sudah seminggu belakangan inikami kalah bersaing dengan para pedagang sapi antar daerah karena mereka berani membeli dengan harga tinggi. Sedangkan mayoritas kami berusaha menawar dengan harga yang rendah. Hanya jagal bermodal kuat saja yang mampu bersaing dengan mereka. Kami yang kalah bersaing akhirnya membeli sapi impor asal Australia di usaha penggemukan sapi Australia di Pantai GlagahWates dan Cilacap yang lebih murah dibandingkan sapi lokal," ungkap Ny Baehaqi, pemilik usaha pemotongan sapidi Desa Selang Kecamatan/Kabupaten Cilacap, di rumahnya, Rabu (12/08/2015).
Menurut Ny Baehaqi harga sapi lokal dewasa kini Rp 43 ribu/kilogram hidup, sedangkan sapi Australia dewasa Rp 39 ribu/kilogram hidup . Perbedaan harga it umampu memberikan keuntungan bagi jagal Cilacap.
"Sudah seminggu terakhir harga kulakan daging sapi di Cilacap mencapai Rp 93 ribu per kilogram, sedangkan harga ecerannya Rp 100 ribu per kilogram. Sudah turun jauh dibandingkan H-1 Idul Fitri lalu yang mencapai Rp 130 ribu per kilogram. Agar untung kami harus mencari sapi yang harganya murah," jelas Ny Baehaqi. (Dwi)
--
13 Kecamatan Krisis Air Bersih
Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah menyatakan setidaknya 70 desa di 13 kecamatan kabupaten pesisir ini mengalami krisis air bersih.
Krisis air bersih terjadi setiap tahun pada musim kemarau,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Supriyanto, Selasa (11/8).
Data BPBD Cilacap menunjukkan ada 77 desa yang mengalami krisis air bersih pada 2014 lalu. Namun, pada tahun ini Supariyanto mengklaim jumlah tersebut telah berkurang.
“Ada pembangunan jaringan PDAM di Patimuan, ada juga pembuatan sumur komunla yang dibangun di kecamaatan Kawunganten dan kecamatan lain yang terdampak kekeringan,” jelas sang pemilik jasa SEO Banyumas Banjarnegara Purbalingga Cilacap Purwokerto
Enam desa diidentifikasi sebagai kecamatan paling rawan krisis air bersih. Yakni, Kecamatan Patimuan, Kedungreja, Gandrungmangu, Bantarsari, Sidareja dan Kawunganten.
“Ini daerah berawa dan pasang rob sehingga air sumurnya pada musim kemarau tidak bisa dikonsumsi,” ujar sang pemilik jasa SEO Banyumas Banjarnegara Purbalingga Cilacap Purwokerto
BPBD menyiapkan 1000 tangki bantuan air bersih untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Selian itu, ada pula persediaan bantuan air bersih yang disediakan oleh Bakorwil III Jawa Tengah.
“Kami siap jika sewaktu-waktu ada desa yang meminta kiriman air bersih. Armada air bersih juga telah kami sediakan,” tegas sang pemilik jasa SEO Banyumas Banjarnegara Purbalingga Cilacap Purwokerto
Supriyanto menambahkan, BPBD Cilacap hanya mengirimkan bantuan air bersih jika diminta oleh desa bersangkutan. “Kalau ada permintaan, langsung kami distribusikan,” pungkas sang pemilik jasa SEO Banyumas Banjarnegara Purbalingga Cilacap Purwokerto (rm)
- See more at: http://fajar. co. id/fajaronline-jateng/2015/08/12/13-kecamatan-krisis-air-bersih.html#sthash.UMYULAOb.dpuf
---------------
Meruwat Titisan Leluhur Dieng
SEJUMLAH benda, seperti kulkas, sepeda, kalung emas, dan dua ekor domba, telah disiapkan untuk melengkapi sebuah prosesi pemotongan rambut gimbal di Pegunungan Dieng. Sejak pagi sebanyak 10 anak berpakaian putih bersih dengan ikat kepala menjalani ritual adat memohon keselamatan.
Menurut legenda setempat, konon anak-anak berambut gimbal adalah titisan Ki Kolodete dan Nini Roro Ronce, leluhur masyarakat Dieng. Anak-anak yang tumbuh dengan rambut gimbal dipercaya memiliki daya lebih dan mampu berhubungan dengan alam gaib.
Berkah semesta tersebut membuat mereka diperlakukan secara istimewa dengan menuruti segala permintaan sang pemilik jasa SEO Banyumas Banjarnegara Purbalingga Cilacap Purwokerto Seperti saat mereka akan menjalani ruwatan, segala ucapan permintaan akan dikabulkan dengan berbagai usaha keluarga sang pemilik jasa SEO Banyumas Banjarnegara Purbalingga Cilacap Purwokerto
Naryono, sesepuh adat, menyampaikan apa saja permohonan anak sebelum pemotongan rambut gimbal mulai dilakukan.
”Jika permintaan mereka masih berubah-ubah, berarti belum siap menjalani ritual potong gimbal,” ujar Naryono. Prosesi yang berlangsung di pelataran Candi Arjuna, Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, itu bermakna memohon keselamatan dari segala bentuk pengaruh buruk.
radisi turun-temurun yang dijalankan secara khusyuk tersebut lambat laun mulai menjadi agenda budaya untuk menarik ribuan wisatawan datang. Mereka berdesakan duduk melingkari candi untuk melihat prosesi pemotongan rambut.
Rambut gimbal turut membawa rezeki bagi desa setempat. Penginapan dipenuhi tamu, warung-warung pun laris. Orang sekitar desa sibuk melayani para turis. (P Raditya Mahendra Yasa)
http:// travel. kompas. com/read/2015/08/12/142900927/Meruwat.Titisan.Leluhur.Dieng

Tidak ada komentar:
Posting Komentar