SOOPERBOY – Banyak yang bilang jika menjadi seorang prajurit tidak dapat mengembangkan karier olah raga. Namun semua itu ditepis oleh wanita manis Rindy Puspaningrum, Anggota Korps Wanita Angkatan Darat yang aktif berkiprah di cabang olahraga bola voli.
Saat dilansir Dream.co.id, Rindy yang lahir di Sumedang, 25 Januari 1993, ini telah menggeluti olahraga bola voli sejak usia 9 tahun. Saat masih duduk di bangku kelas tiga di Sekolah Dasar Darangdan, Sumedang.
Sejak masih anak-anak Rindy sudah bergabung dengan OSAS, klub bola voli lokal ternama di Sumedang. Dia berlatih dengan tekun. Setiap sore dia selalu bergumul dengan bola voli. Bakat Rindy terlihat oleh pelatih senior.
Saat berusia 14 tahun, Rindy ikut orangtua hijrah ke Kota Bandung. Di kota baru ini, dia melanjutkan sekolah ke tingkat SMPN 170 Bandung. Di sanalah dia bergabung dengan klub bola voli Bandung Tectona.
Tak sembarang orang bisa bergabung di klub ini. Hanya atlet pilihan saja yang bisa diterima. Dan Rindy bisa masuk ke Bandung Tectona dengan mudah. “Semenjak SMP, nilaiku agak turun, tapi tetap masuk 10 besar. Waktunya terbagi dengan kegiatan bola voli,” kata Rindy .
Di klub baru ini, Rindy berlatih bersama para pemain senior dan digembleng oleh pelatih profesional. Kemampuannya pun semakin matang. Pemain yang berperan sebagai Spiker itu merasa senang dan nyaman bisa bermain dengan para senior.
“Kakak-kakak di sini selalu mendukung saya dan sering memberi masukan, malah aku disayang sama senior,” tambah perempuan bertinggi badan 175 sentimeter itu.
Kian lama kemampuan Rindy semakin matang. Ia sering mengikuti dei berbagai ajang. Antara lain Kejuaraan Nasional sejak 2006 hingga sekarang. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII, dia menjadi atlet voli termuda.
Pada tahun 2007, penggemar nasi goreng ini terpilih menjadi salah satu atlet yang dikirim ke Kuba. Di sana, wanita yang menjadi anggota Kowad sejak 23 Maret 2013 ini mengasah kemahiran bermain voli.
Saat duduk di bangku SMA, prestasi Rindy di cabang voli semakin mencorong. Tak hanya di Bandung Tectona, dia juga bermain di klub sohor di ajang nasional Pro Liga. “Voli itu hidup saya lho, jadwal bertanding bertabrakan dengan waktu sekolah, terpaksa bolos deh,” tutur Rindy.
Selama ini TNI AD mendukung penuh kiprah Rindy sebagai atlet voli. Bergabungnya Rindy dalam tim voli Mabesad, membuat tim TNI AD sulit dibendung. Dan bintang wanita yang saat ini menjadi staf Markas Besar TNI AD itu kini tengah bersinar terang.
Selama berada dalam pembinaan Persatuan atlet bola voli TNI, Rindy pernah direkrut oleh beberapa klub yang telah memiliki nama besar seperti Bank DKI, Popsivo Polwan, Electric PLN, dan beberapa klub besar lain Jasa Promosi Produk Online Gratis. Salut! Simak foto-foto cantiknya!
--
Serda Rindy, Tentara Cantik Bersinar di Lapangan Voli
Dream - Banyak anggota TNI yang merintis karier di dunia olahraga. Salah satunya Sersan Dua (Serda) Rindy Puspaningrum. Anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) ini aktif berkiprah di cabang olahraga bola voli.
Wanita kelahiran Sumedang, 25 Januari 1993, ini telah menggeluti olahraga bola voli sejak usia 9 tahun. Saat masih duduk di bangku kelas tiga di Sekolah Dasar Darangdan, Sumedang.
Saat usia anak-anak itu, Rundy sudah bergabung dengan OSAS, klub bola voli lokal ternama di Sumedang. Dia berlatih dengan tekun. Setiap sore dia selalu bergumul dengan bola voli. Bakat Rindy terlihat oleh pelatih senior.
Saat berusia 14 tahun, Rindy ikut orangtua hijrah ke Kota Bandung. Di kota baru ini, dia melanjutkan sekolah ke tingkat SMPN 170 Bandung. Di sanalah dia bergabung dengan klub bola voli Bandung Tectona.
Tak sembarang orang bisa bergabung di klub ini. Hanya atlet pilihan saja yang bisa diterima. Dan Rindy bisa masuk ke Bandung Tectona dengan mudah.
“Semenjak SMP, nilaiku agak turun, tapi tetap masuk 10 besar. Waktunya terbagi dengan kegiatan bola voli,” kata Rindy sebagaimana dikutip Dream dari laman tni.mil.ad, Rabu 12 Agustus 2015.
Di klub baru ini, Rindy berlatih bersama para pemain senior dan digembleng oleh pelatih profesional. Kemampuannya pun semakin matang. Pemain yang berperan sebagai Spiker itu merasa senang dan nyaman bisa bermain dengan para senior.
“Kakak-kakak di sini selalu mendukung saya dan sering memberi masukan, malah aku disayang sama senior,” tambah perempuan bertinggi badan 175 sentimeter itu.
Kemampuan Rindy semakin terasah. Dia kerap tampil di berbagai ajang bergengsi. Antara lain Kejuaraan Nasional sejak 2006 hingga sekarang. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII, dia menjadi atlet voli termuda.
Pada tahun 2007, penggemar nasi goreng ini terpilih menjadi salah satu atlet yang dikirim ke Kuba. Di sana, wanita yang menjadi anggota Kowad sejak 23 Maret 2013 ini mengasah kemahiran bermain voli.
Saat duduk di bangku SMA, prestasi Rindy di cabang voli semakin mencorong. Tak hanya di Bandung Tectona, dia juga bermain di klub sohor di ajang nasional Pro Liga. “Voli itu hidup saya lho, jadwal bertanding bertabrakan dengan waktu sekolah, terpaksa bolos deh,” tutur Rindy.
TNI AD mendukung penuh kiprah Rindy sebagai atlet voli. Bergabungnya Rindy dalam tim voli Mabesad, membuat tim TNI AD sulit dibendung. Dan bintang wanita yang saat ini menjadi staf Markas Besar TNI AD itu kini tengah bersinar terang.
Selama berada dalam pembinaan Persatuan atlet bola voli TNI, Rindy pernah direkrut oleh beberapa klub yang telah memiliki nama besar seperti Bank DKI, Popsivo Polwan, Electric PLN, dan beberapa klub besar lain Jasa Promosi Produk Online Gratis.
--
Tim Putri Jakarta PGN Popsivo Permalukan Jakarta Bank DKI
Jakarta Bank DKI kalah telak dari PGN. Jakarta (ANTARA News) - Tuan rumah Jakarta Bank DKI kalah telak 0-3 dari pemimpin klasemen sementara Jakarta PGN Popsivo pada putaran kedua Pertamina Proliga 2015.
"Kami akui tim Popsivo bermain bagus. Mereka lebih kompak, lebih ngotot serta punya servis yang keras. Pengalaman para pemainnya juga menentukan kemenangan," kata pelatih Jakarta Bank DKI Eko Waluyo usai pertandingan di Hall A Basket Senayan Jakarta, Jumat.
Eko mengatakan tim putri DKI yang dikapteni Shinta Aini itu diharapkan mendapatkan peluang, namun banyaknya bola yang keluar lapangan serta umpan yang tidak berjalan mulus membuat Popsivo dengan mudah menang tiga set berturut-turut (25-15, 25-19, 25-14).
Kekurangan lain yang menjadi pelajaran tim DKI adalah penerima servis dan servis yang lemah serta koordinasi buruk antarpemain.
"Memang di lapangan tadi, kami bermain kurang ngotot serta tidak kompak," kata pemain DKI bernomor punggung satu, Rindu Puspaningrum.
Permainan PGN yang sebelumnya sudah dipastikan melangkah ke empat besar, semakin mantap.
"Kami memang tidak bermain begitu baik hari ini namun bisa tetap menang. Di empat besar nanti, atmosfer pertandingan akan berbeda dan kami semakin terpacu," kata salah satu pemain asing PGN Popsivo, Ana Paula Lopes Ferreira.
Beberapa hal yang menjadi perhatian PGN Popsivo adalah cedera yang harus dihindari dan kelelahan pemain.
"Di babak empat besar nanti, harus pintar merotasi pemain karena banyak pemain yang sudah berumur dan yang penting pemain tidak terlalu ngotot agar tidak kelelahan," kata pelatih PGN Popsivo Muhamad Ansori.
Ansori mengkhawatirkan ada pemain yang cedera di babak empat besar nanti setelah pemain bernomor punggung 7, Ayu Cahyaning Siam, jatuh dekat papan pembatas sehingga menderita memar pada lutut.
Esok hari, PGN Popsivo akan berhadapan dengan tim lain yang juga masuk babak empat besar, Jakarta BNI 46.
Ansori mengharapkan PGN bisa membaca permainan dan strategi lawan karena keduanya akan bertemu kembali pada babak empat besar.
Klasemen sementara tim putri Pertamina Proliga 2015:
1. Jakarta PGN Popsivo, 28 poin
2. Jakarta Electric PLN, 24 poin
3. Jakarta Pertamina Energi, 21 poin
4. Jakarta BNI 46, 18 poin
5. Gresik Petrokimia, 9 poin
6. Jakarta Bank DKI, 8 poin
7. Manokwari Valeria Papua Barat, 3 poin
--
Tim putri Jakarta Bank DKI mematok target babak empat besar pada ajang Pertamina Proliga 2015. Untuk memenuhi target tersebut, tim ibukota terpaksa merombak tim dengan mendatangkan pemain dan pelatih baru.
“ Kami ingin memperbaiki prestasi kami dibanding musim lalu, karena itu kami mendatangkan pelatih dan pemain baru di musim ini,” ujar Martono Soeprapto, ketua klub Jakarta Bank DKI saat melaunching tim Jakarta Bank DKI di Hall voli Senayan, Jakarta, kemarin (28/1).
Pada musim lalu, Jakarta Bank DKI memang banyak didominasi pemain muda. Namun, untuk komposisi musim ini, tim ibukota menggabungkan antara pemain senior dan pemain muda. Selain itu, tim juga merekrut pelatih Eko Waluyo, yang sukses membawa Manokwari Valeria menjadi juara 2012 dan runer-up tahun lalu.
Bank DKI juga merekrut beberapa pemain bintang yang bersinar musim lalu. Sebut saja, Yokbeth M Kapasing yang tahun lalu memperkuat Jakarta BNI 46 dan Shinta Ainni dari Jakarta Elektrik PLN. Kekuatan Jakarta Bank DKI kian bertambah dengan hadirnya dua pemain asing Tiffany Dodd Little dari pemain timnas Kanada dan Sthefanie Tiele dari Brasil.
“ Komposisi peman kami 60 persen pemain senior dan 40 persen pemain muda. Mereka sebagian besar atlet voli TNI AD dan sebagian atlet PPLP Ragunan,” jelas Martono yang juga Direktur Operasional Bank DKI.
Semantara Direktur Utama Bank DKI Eko Budi Wiyono, partisipasi Bank DKI dalam Proliga juga menegaskan kepedulian pengembangan olaraga di Indonesia, salah satunya bola voli.
“ Selain itu, pertimbangan historis dimana Jakarta Bank DKI pernah menjadi juara Proliga putri tahun 2002. Ini tentunya menjadi motivasi kami untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk meraih hasil maksimal,” papar Eko Budiwiyono. (bam)
Daftar Nama Pemain Jakarta Bank DKI:
1 Rindy Puspaningrum (allround)
2 Tiffany Dodd's (open) – Kanada
3 Yokbeth M. Kapasiang (quicker)
4 Sulis Setyaningsih (quicker)
7 Legisya Aisyah (allround)
9 Arsella Nuari Purnama (quiker)
11 Shinta Aini F (toser)
12 Stefanie Tiele (open) – Brasil
13 Rosalina (libero)
14 nurul Sagita (open)
16 Poppy Anis Pusparani (toser)
18 Erlina Noviyanti Putri (open)
5 Desti Laraswati (Libero)
Manajer: Zulafarshah
Pelatih: Eko Waluyo
Asisten pelatih: Dadang Sudrajat
Trainer : Maman Suparman
Eddy Hartono

Tidak ada komentar:
Posting Komentar